Jumat, 02 Desember 2011

tips mempertahankan industri pertambangan


JAKARTA, KOMPAS.com - Pertumbuhan industri pertambangan cukup signifikan dalam dua dasawarsa terakhir. Ini dilihat dari kontribusi penerimaan negara dari industri ini.

Demikian diungkapkan Ketua Umum Asosiasi Jasa Pertambangan Indonesia (Aspindo), Tjahyono Imawan, dalam peluncuran Indonesian Mining Services Book Aspindo (Asosiasi Jasa Pertambangan Indonesia), di Hotel Aston Rasuna, Jakarta, Rabu (27/7/2011).

"Penerimaan negara dari sektor pertambangan meningkat dari Rp 42,6 triliun pada tahun 2009 menjadi Rp 51,6 triliun pada 2010," kata Tjahyono.

Selain itu, ia menambahkan peran penting pertumbuhan industri pertambangan Indonesia dapat dilihat dari produksi barang tambang nasional, seperti batu bara, timah, nikel, tembaga, dan emas yang termasuk dalam 10 besar dunia.

Terkait produksi batu bara nasional, ia pun menyebutkan kontribusi perusahaan jasa pertambangan cukup signifikan.

"Data yang kami dapat tahun 2010, sebesar 88-92 persen batu bara yang diproduksi nasional oleh para pemilik pertambangan batu bara Indonesia (atau) sekitar 283 juta ton. Sebanyak  88-90 persen atau sekitar 250 juta ton di antaranya, dihasilkan atas kerja sama pelaku jasa pertambangan," ujar Tjahyono.


0 komentar:

Posting Komentar

Author

industri rumahan
Lihat profil lengkapku

Pengikut

pengunjung .

Buku Tamu


ShoutMix chat widget

search ?